PENGARUH TRUST IN A BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY PADA

              KONSUMEN THE BOTOL SOSRO DI KAWASAN KELAPA DUA, DEPOK

                                               BAB I

                                                     PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, setiap perusahaan harus mampu bertahan hidup, bahkan harus dapat terus berkembang. Salah satu hal yang terpenting yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh setiap perusahaan adalah mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Persoalan merek memang menjadi salah satu persoalan yang harus dipantau secara terus menerus oleh setiap perusahaan. Merek-merek yang kuat, teruji, dan bernilai tinggi terbukti tidak hanya sukses mengalahkan hitungan rasional, tetapi juga canggih mengolah sisi-sisi emosional konsumen. Untuk mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap merek (trust in a brand), merek harus memiliki kualitas dan karisma. Agar memiliki karisma merek harus mempunyai aura, harus konsisten, kualitasnya harus dijaga dari waktu ke waktu. Menurut Lau dan Lee (1999 : 44) terdapat tiga variabel untuk membentuk kepercayaan terhadap merek (trust in a brand) yaitu brand characteristic (karakteristik merek), company characteristic (karakteristik perusahaan), dan consumer brand characteristic (karakteristik konsumen – merek) . Dari ke tiga variabel tersebut dapat dilihat loyalitas konsumen terhadap merek. Sebagai salah satu produsen minuman teh berbentuk kemasan botol dan kotak terbesar di Indonesia, tentunya teh botol sosro tidak menghendaki para pelanggannya beralih ke produk lain yang saat ini makin banyak beredar di pasaran. Dengan adanya persaingan yang begitu ketat terlihat dari banyaknya minuman teh dalam kemasan botol dan kotak yang beredar di pasaran, serta perbedaan harga produk, dimana harga teh merek lain lebih murah dibandingkan dengan harga teh botol sosro. Selain itu dengan adanya isu-isu atau pemberitaan miring tentang adanya penurunan kualitas terhadap merek tersebut. Dengan adanya fenomena tersebut dapat memungkinkan pelanggan untuk beralih ke merek lain. Oleh sebab itu, tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik harus menjadi komitmen perusahaan dalam menjaga mutu / kualitas agar para konsumen air mineral masih tetap setia untuk selalu mengkonsumsi teh sosro. Loyalitas pelanggan tidak dapat begitu saja diaraih, tetapi memerlukan proses panjang untuk meyakinkan bahwa teh sosro merupakan minuman kemasan terbaik. Salah satu cara agar pelanggan tetap setia terhadap merek tersebut yaitu dengan cara memberikan kepuasan bagi pelanggannya. Berdasarkan pada latar belakang dan fenomena yang ada, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai loyalitas pelanggan terhadap pemakaian minuman teh dengan merek sosro. Dimana saat ini makin banyak pilihan merek minuman teh kemasan botol dan kotak yang tersedia dipasaran. Sehingga penulis mengambil judul jurnal ” Pengaruh Trust in Brand terhadap Brand Loyalty Konsumen Teh Botol Sosro di Kawasan depok, kelapa dua”.

1.2 Permasalahan

1.2.1 Rumusan Masalah

a. Apakah variabel brand characteristic (karakteristik merek), company characteristic (karakteristik perusahaan), consumer brand characteristic (karakteristik konsumen –merek) secara bersama-sama berpengaruh terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

b. Apakah brand characteristic (karakteristik merek) berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

c. Apakah company characteristic (karakteristik perusahaan) berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

d. Apakah consumer brand characteristic (karakteristik konsumen-merek) berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1.3.1 Tujuan dari penelitian ini adalah :

a. Untuk mengetahui kepercayaan konsumen terhadap merek SOSRO.

b. Untuk mengetahui kesetiaan konsumen terhadap merek SOSRO.

c. Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan merek terhadap kesetiaan merek SOSRO.

1.3.2 Kegunaan Penelitian ini adalah :

a. Untuk menjadi bahan masukan bagi manajer perusahaan dalam melakuka evaluasi guna meningkatkan loyalitas merek dan mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

b. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitian serupa dimasa mendatang, serta menambah pengetahuan bagi yang berkepentingan dalam disiplin ilmu pemasaran.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pemasaran

Pemasaran menurut kotler adalah : Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan menawarkan serta secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Menurut Lamb, hair dan Mc Daniel (2001:6) mengemukakan bahwa : Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan distribusi sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi.

2.1.1 Bauran Pemasaran

Sofjan Assauri (1996 : 181) mengemukakan bahwa : Strategi bauran pemasaran adalah bagian dari stategi pemsaran (marketing strategy) dan berfungsi sebagai pedoman dalam menggunakan unsur-unsur atau variabel-variabel pemasaran yang dapat di kendalikan pimpinan perushaan, untuk mencapai tujuan perusahaan dalam bidang pemasaran. Unsur variabel strategi bauran pemasaran adalah :

a. Produk

bHarga (price)

c. Saluran distribusi (place).

d. Promosi (promition).

2.1.2 Pengertian Merek .

Menurut American Marketing Association dalam buku Rangkuti (2003:2) mengemukakan bahwa: ”Merek adalah nama, istilah, tanda, symbol rancangan,atau kombinasi yang dapat mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual agar dapat membedakan produk tersebut dari produk pesaing.

” Menurut Lamb & Mc Daniel (Lamb, 2001 : 421) mengemukakan bahwa : ”merek adalah suatu nama, istilah, simbol, desain atau gabungan keempatnya yang mengidentifikasikan produk para penjual dan membedakannya dari produk pesaing.” 

Menurut Kotler (2000:460) Merek dapat memiliki enam level pengertian yaitu sebagai berikut :

a. Atribut

b. Manfaat

c. Nilai

d. Budaya

e. Kepribadian

f. Pemakai

Menurut Kotler, didalam buku Simamora (2003 : 3)

a. Manfaat merek bagi perusahaan :

1. Merek memudahkan penjual untuk mengelola pesanan dan menelusuri masalah –masalah yang timbul

2. Merek dan tanda dagang akan secara hukum melindungi penjualan dari pemalsuan ciri- ciri produk, karena bila tidak setiap pesaing akan meniru produk yang telah berhasil di pasaran.

3. Merek memberikan peluang bagi penjual untuk mempertahankan kesetiaan konsumen terhadap produknya, dimana kesetian konsumen akan melindungi penjual dari pesaing seta membantu memperketat pengendalian dalam merencanakan strategi bauran pemasaran

4. Merek dapat membantu penjual melakukan segmentasi pasar

b. Manfaat merek bagi konsumen :

1. Memudahkan untuk mengenali mutu

2. Dapat berjalan dengan mudah dan efisien terutama ketika membeli kembali produk yang sama

3. Dengan adanya merek tertentu, konsumen dapat meningkatkan status dan prestisenya

c. Manfaat merek bagi distributor :

1. Mengidentifikasi pendistribusian produk

2. Meningkatkan pilihan para pembeli

2.1.3 Kepercayaann terhadap merek (Trust in a brand) 

Menurut Aeker (1997 : 69) kepercayaan terhadap merek menunjukkan bahwa nilai merek dapat diciptakan dan dikembangkan melalui manajemen terhadap beberapa aspek yang melebihi kepuasan konsumen serta diimbangi kinerja produk beserta atribut- atributnya secara fungsional kepercayan terhadap merek atau trust in a brand (kepercayaan merek) sebagai kemauan rata- rata konsumen untuk bergantung kepada kemampuan dari sebuah merek dalam melaksanakan segala kegunaan dan fungsinya. Brand characteristic (karakteristik merek) mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk mempercayai suatu merek. Company characteristic (karakteristik perusahaan) yang ada di balik suatu merek juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada di balik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk. Karakteristik ini meliputi reputasi suatu perusahaan, motivasi perusahaan yang diinginkan, dan integritas suatu perusahaan. Consumer-brand characteristic (karakteristik konsumen – merek) merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, karakteristik konsumen merek dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Karakteristik ini meliputi kemiripan antara konsep emosional konsumen dengan kepribadian merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap merek.

2.1.4 Brand Loyalty (Loyalitas Merek) 

Menurut Darmadi Durianto (2001:62) Brand Loyalty (loyalitas merek) merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Ukuran ini mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek produk yang lain, terutama jika pada merek tesebut didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga ataupun atribut lain. Loyalitas merek menunjukkan adanya suatu ikatan antara pelanggan dengan merek tertentu dan ini sering kali ditandai dengan adanya pembelian ulang dari pelanggan.  Konsumen yang loyal terhadap suatu merek memiliki ciri- ciri sebagai berikut :

1) Memiliki komitmen pada merek tersebut.

2) Berani membayar lebih pada merek tersebut bila dibandingkan dengan merek yang lain.

3) Akan merekomendasikan merek tersebut pada orang lain.

4) Dalam melakukan pembelian kembali produk tersebut tidak melakukan pertimbangan.

5) Selalu mengikuti informasi yang berkaitan merek tersebut.

6) Mereka dapat menjadi semacam juru bicara dari merek tersebut dan mereka selalu mengembangkan hubungan dengan merek tersebut. 

Faktor- faktor yang berpengaruh terhadap loyalitas merek adalah sebagai berikut :

a) Nilai (harga dan kualitas)

b) Citra (baik dari kepribadian yang dimilikinya dan reputasi dari merek tersebut)

c) Kenyamanan dan kemudahan untuk mendapatkan merek

d) Kepuasan yang diarasakan oleh konsumen

e) Pelayanan

f) Garansi dan jaminan yang diberikan oleh merek.

2.1.5 Fungsi Loyalitas Merek

Dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang benar, brand loyalty dapat menjadi aset strategis bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa potensi yang dapat diberikan oleh brand loyalty (loyalitas merek) kepada perusahaan : (Darmadi Durianto, 2001 : 72)

a. Reduced marketing costs (mengurangi biaya pemasaran).

b. Trade leverage (meningkatkan perdagangan)

c. Attracting new customers (menarik minat pelanggan baru)

d. Provide time to respond to competitive threats (memberi waktu untuk merespon ancaman persaingan).

2.2 Elaborasi Jurnal Terdahulu

Penelitian yang hendak dilakukan oleh peneliti mengacu kepada beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, dalam penelitian sebelumnya juga telah dibahas tentang ” PENGARUH TRUST IN BRAND TERHADAP BRAND LOYALTY KONSUMEN AIR MINUM AQUA DI DENPANSAR BALI ” yang dilakukan oleh Gede Riana pada tahun 2008. Brand berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty. Pengaruh variabel trust in a brand terhadap brand loyalty adalah sebesar 0,971 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sebaliknya, secara parsial pengaruh variabel trust in brand adalah sebagai berikut. Pertama brand characteristic berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,668 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000, di mana brand characteristic berpengaruh dominan terhadap brand loyalty. Company characteristic mempunyai pengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,224 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Consumer – brand characteristic juga berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty dengan koefisien beta sebesar 0,165 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Kepercayaan, komitmen dan kepuasan akan mempengaruhi hubungan dengan konsumen dan loyalitas. Loyalitas terhadap merek adalah salah satu komponen dari ekuitas merek. Loyalitas pelanggan mempunyai peran strategik dalam dunia pemasarn, karena loyalitas pelanggan menjadi dasar terciptanya profitabilitas, dan pembentukan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dinamika lingkungan mengakibatkan pergeseran pola perilaku konsumen. Pergeseran pola perilaku mengakibatkan peta loyalitas pelanggan berubah. Perubahan tersebut merupakan tantangan dan tugas berat pemasar dalam mengelola loyalitas pelanggan

2.3 Kerangka

Dalam mengambarkan keterkaitan antara trust in brand terhadap brand loyalty dapat diuraikan dengan gambar bagan berikut ini :

Kepercayaan Merek ( X )

Brand Characteristic               (X1 )

–          brand Reputasi

–          brand Predictability

–          brand Competence

 

Company Characteristic          ( X2 )

–          Trust in Company

–          Company Reputation

–          Company Trust Perceived Motive

 

Consumer brand characteristic ( X3 )

–          Similary between consumer self concept

–          Brand Personality

– Brand Liking

Loyalitas Merek ( Y )

–    selalu ingin membeli merek tsb

–    tdk melakukan pemebelian bila tdk tersedia

–    mencari di tempat yg tersedia

–    merekomendasikan kpd konsumen lain

–    bersedia membayar lebih tinggi

2.4 Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dirumuskan maka yang menjadi hipotesis adalah

a. Hipotesis Teoritis

“Diduga bahwa adanya pengaruh variabel brand characteristic, company characteristic, dan consumer brand characteristic terhadap brand loyalty”

Hipotesis Statistik

1) H0 : Diduga brand characteristic (karakteristik merek), company characteristic (karakteristik perusahaan), consumer brand characteristic (karakteristik konsumen-merek) secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty

Ha : Diduga brand characteristic (karakteristik merek), company characteristic (karakteristik perusahaan), consumer brand characteristic (karakteristik konsumen-merek) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

2) H0 : Diduga brand characteristic (karakteristik merek) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

Ha : Diduga brand characteristic (karakteristik merek) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

3) H0 : Diduga company characteristic (karakteristik perusahaan) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek). Ha :Diduga company characteristic (karakteristik perusahaan) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

4) H0 : Diduga consumer brand characteristic (karakteristik konsumen-merek) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

Ha : Diduga consumer brand characteristic (karakteristik konsumen- merek) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap brand loyalty (loyalitas merek).

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Obyek Penelitian

Pada penulisan jurnal ini yang menjadi obyek penelitian adalah pengaruh trust in brand terhadap brand loyalty konsumen Teh Botol Sosro di Kecamatan Pasar Minggu.

3.2 Data Penelitian

3.2.1 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber pada Konsumen. Peneliti ini dilakukan dengan cara mengumpulkan obyek penelitian yang akan diteliti guna memperoleh data primer, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan daftar pertanyaan ( kuisioner ) sebanyak 30 konsumen.

3.2.2 Jenis Data

Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah :

Data primer, yaitu data yang dikumpulkan sendiri dengan mengajukan pertanyaan kepada responden atau subyek sasaran dan mencatat jawabannya untuk dianalisis, baik yang diperoleh melalui studi lapangan dengan cara wawancara dan penyebaran pertanyaan.

3.2.3 Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengunakan kuesioner. Kuesioner yaitu pengumpulan data dengan menyebarkan daftar pertanyaan atau kuisioner kepada konsumen minuman teh botol Sosro. Penulis menggunakan kuesioner tertutup karena jawaban responden terbatas pada apa yang tertera di kuesioner. Kuesioner ditunjukan kepada 30 konsumen teh botol SOSRO. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pilihan ganda dengan 5 ( lima ) jawaban, dimana pada masing- masing jawaban akan diberi skor sebagai berikut :

a. Jawaban A dengan skor 5

b. Jawaban B dengan skor 4

c. Jawaban C dengan skor 3

d. Jawabana D dengan skor 2

e. Jawaban E dengan skor 1 ( Freddy Rangkuti 2002 : 82 – 83 )

3.2.4 Definisi Operasional

a. Variabel bebas ( Independent ) Variabel bebas (independent) adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain.

b. Variabel terikat (dependent) Variabel terikat (dependent) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independet. Adapun variabel ( dependent ) dalam penelitian ini adalah loyalitas merek.

Variabel Penelitian Variabel bebas ( X )

a. Kepercayaan merek (Trust in a brand) 1). Brand characteristic (X1) yaitu mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk mempercayai suatu merek. Hal ini disebabkan oleh konsumen melakukan penilaian sebelum membeli. Karakteristik merek yang berkaitan dengan kepercayaan merek meliputi dapat diramalkan, mempunyai reputasi, dan kompeten.

2). Company Characteristic (X2) yaitu yang ada di balik suatu merek juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut. Pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada di balik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatu produk. Karakteristik ini meliputi reputasi suatu perusahaan, motivasi perusahaan yang diinginkan, dan integritas suatu perusahaan.

3). Consumer-brand characteristic (X3) merupakan dua kelompok yang saling mempengaruhi.

Oleh sebab itu, karakteristik konsumen – merek dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap merek. Karakteristik ini meliputi kemiripan antara konsep emosional konsumen dengan kepribadian merek, kesukaan terhadap merek, dan pengalaman terhadap merek.

Variabel terikat (Y)

b. Brand loyalty (loyalitas merek) yaitu pilihan yang dilakukan konsumen untuk membeli merek terutama dibandingkan merek yang lain dalam satu kategori produk. Loyalitas merek sebagai preferensi konsumen secara konsisten untuk melakukan pembelian pada merek yang sama pada produk yang spesifik atau kategori pelayanan tertentu.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, transaksi, atau kejadian yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari atau dijadikan objek penelitian kemudian ditarik kesimpulan.

3.3.2 Sampel

Sampel sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki dan dianggap bisa mewakili keseluruhan populasi (jumlahnya lebih sedikit dari pada jumlah populasi).

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/riana.pdf