Sumpah palapa adalah suatu pernyataan / sumpah yang dikemukakan oleh Gajah Mada pada upacara pengangkatannya menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit, tahun 1258 Saka (1336 M). Sumpah palapa ditemukan pada teks jawa Pertengahan Pararaton, yang berbunyi : Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada “Lamun huwus kalah nusantara isun mukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring serang, tanjung pura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana isun amukti palapa”.

Terjemahannya :

Beliau gajah mada patij amungkubhumi tidak ingin melepaskan puasa. Ia  gajah mada, “Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan kuasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan kuasa”.

Di jaman majapahit, perekat bangsa-bangsa di Nusantara sudah ada, yaituberupa sumpah yang diucapkan oleh Gajah Mada. Sumpah Palapa intinya yaitu mengusahakan kesatuan dan persatuan Nusantara.

* Sumpah Pemuda juga mempunyai nilai-nilai sebagai berikut :

1. Nilai Persatuan da KesatuanWilayah Nusantara

2. Nilai Historis

3. Nilai Keberanian

4. Nilai Percaya Diri

5. Nilai rasa memiliki kerajaan Majapahit yang besar dan berwibawa

6. Nilai Geopolitik

7. Nilai Sosial Budaya

8. Nilai Filsafat

9. DLL

Sumpah Palapa yang juga dikenal sebagai Sumpah Gajah Mada ( Sumpah Nusantara ) memiliki ideologi kebhineka tunggal ikaan artinya menuju pada ketunggalan keyakinan, ketunggalan ide, ketunggalan senasib sepenanggungan, dan ketunggalan ideologi akan tetapi tetap diberi ruang gerak kemerdekaan budaya bagi wilayah-wilayah negeri se-Nusantara dalam mengembangkan kebahagiaan dan kesejahteraan masing masing.