MENGENALI CIRI-CIRI PRODUK ASURANSI JIWA TRADISIONAL DAN PRODUK ASURANSI JIWA MODERN.

Seperti yang dijelaskan pada bagian terdahulu, perkembangan produk asuransi jiwa dapat dikelompokkan menurut periodenya, yaitu produk asuransi jiwa tradisional dan produk asuransi jiwa modern.

Ciri-ciri dari produk asuransi jiwa tradisional diantaranya adalah:

  • Besar premi dan uang pertanggungannya tetap (konstan) sejak dimulainya asuransi sampai dengan habisnya masa asuransi.
  • Jadual pembayaran premi ditetapkan sebelumnya, misalnya setiap tahun, enam bulan, tiga bulan atau bulanan.
  • Sejak kontrak dimulai nilai tunai polis sudah dapat diketahui.
  • Komposisi biaya, tabel mortalita dan tingkat bunga tidak dirinci dan tidak diketahui oleh calon pemegang polis.
  • Besar tingkat bunga yang dinikmati oleh pemegang polis konstan sepanjang kontrak asuransi.

Sedangkan untuk produk asuransi jiwa modern mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Komposisi premi dirinci secara terpisah antara premi asuransi murni, biaya dan tingkat bunga.
  • Semua rincian tersebut diketahui oleh calon pemegang polis.
  • Masa pembayaran premi dan besarnya uang pertanggungan dapat berubah-ubah, dan tidak mempunyai jadual yang tetap, karena produk asuransi jiwa modern ini memungkinkan adanya penambahan premi kapan saja.
  • Produk ini memerlukan administrasi yang jauh lebih rumit daripada produk asuransi jiwa tradisional, oleh karena produk ini memiliki bagian premi untuk investasi yang cukup besar dan harus dikelola secara profesional.
  • Calon pemegang polis boleh menentukan dimana dana (premi) diinvestasikan, seperti saham, obligasi, pasar uang, deposito dan sebagainya.
  • Nilai tunai dari polis ini ditentukan oleh kinerja komite investasi dari perusahaan asuransi jiwa yang mengelola, sehingga pemegang polis tidak tahu persis berapa nilai tunai yang akan ia terima apabila lapse.

Nama Asuransi Jiwa :

1  Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912

2 PT. AIG Life

3 PT. Prudential Life Assurance

4 PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

5 PT. Panin Life Tbk

6 PT. Asuransi AIA Indonesia

7 PT. Asuransi Jiwa Sinarmas

8 PT. Asuransi Allianz Life Indonesia

9 PT. Asuransi Jiwa Sequis Life

10PT. Axa Mandiri Financial Services

PT-AsuransiJiwa-Manulife-Indonesia

Asuransi Jiwa

  1. Pengertian Asuransi Jiwa

Dalam Undang Nomor 2 Tahun 1992, dirumuskan definisi asuransi “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau taggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dan suatu peristiwa tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas rneninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Ketentuan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 ini mencakup 2 (dua) jenis asuransi, yaitu:

a. Asuransi kerugian (loss insurance), dapat diketahul dan rumusan:

“untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang dmarapkan, atau tanggung jawab hukuin kepada pihak ket/ga yang rnungkin ahan diderita oleh terlanggung”.

b. Ansuransi jumlah (sum insurance), yang meliputi asuransi jiwa dan asuransi sosial, dapat diketahui dari rumusan

Asuransi jiwa adalah perjanjian untuk membayar sejumlah uang karena telah diterimanya premi yang herhubungan dengan hidup atau matinya seseorang, rensuransi termasuk di dalamnya, sedangkan asuransi kecelakaan tidak termasuk dalam asuransi jiwa”.

 

 

B. Polis Asuransi jiwa

Bentuk dan isi Polis

Sesuai dengan ketentuan Pasal 255 KUHD, asruransi jiwa harus diadakan secara tertulis dengan bentuk akta yang disebut polis. Menurut ketentuan pasal 304 KUHD, polis asuransi jiwa memuat:

a. Hari diadakan asuransi;

b. Nama tertanggung;

c. Nama orang yang jiwanya diasuransikan;

d. Saat mulai dan berakhirnya evenemen;

e. Jumlah asuransi;

f. Premi asuransi.

Akan tetapi, mengenai rancangan jumlah dan penentuan syarat-syarat asuransi sama sekali bergantung pada persetujuan antara kedua pihak (Pasal 305 KUHD).

a. Hari diadakan asuransi

Dalam polis harus dicantumkan hari dan tanggal diadakan asuransi. Hal ini penting untuk mengetahui kapan asuransi itu mulai berjalan dan dapat diketahui pula sejak hari dan tanggal itu risiko menjadi beban penanggung.

b. Nama tertanggung

Dalam polis harus dicantumkan nama tertanggung sebagai pihak yang wajib membayar premi dan berhak menerima polis. Apabila terjadi evenemen atau apabila jangka waktu berlakunya asuransi berakhir, tertanggung berhak menerima sejumlah uang santunan atau pengembalian dari penanggung. Selain tertanggung, dalam praktik asuransi jiwa dikenal pula penikmat (beneficiary). yaitu orang yang berhak menerima sejumlah uang tertentu dan penanggung karena ditunjuk oleh tertanggung atau karena ahli warisnya, dan tercantum dalam polis. Penikmat berkedudukan sebagai pihak ketiga yang berkepentingan.

c. Nama orang yang jiwanya diasuransikan

Objek asuransi jiwa adalah jiwa dan badan manusia sebagai satu kesatuan. Jiwa tanpa badan tidak ada, sebaliknya badan tanpa jiwa tidak ada arti apa-apa bagi asuransi Jiwa. Jiwa seseorang merupakan objek asuransi yang tidak berwujud, yang hanya dapat dlkenal melalui wujud badannya. Orang yang punya badan itu mempunyai nama yang jiwanya diasuransikan, baik sebagai pihak tertanggung ataupun sebagai pihak ketiga yang berkepentingan. Namanya itu harus dicantumkan dalam polis. Dalam hal ini, tertanggung dan orang yang jiwanya diasuransikan itu berlainan.

d. Saat mulai dan berakhirriya evenemen

Saat mulai dan berakhirnya evenemen merupakan jangka waktu berlaku asuransi. artinya dalam jangka waktu itu risiko menjadi beban penanggung, misalnya mulai tanggal 1 januari 1990 sampai tanggal 1 Januari 00, apabila dalam jangka waktu itu terjadi evenemen, maka penanggung berkewajiban membayar santunan kepada tertanggung atau orang yang ditunjuk sebagai penikmat (beneficiary).

  1. Premi Asuransi

Premi asuransi adalah sejumlah uang yang wajib dibayar oleh tertanggung kepada          penanggung setiap jangka waktu tertentu, biasanya setiap bulan selama asuransi berlangsung. Besarnya jumlah premi asuransi tergantung pada jumlah asuransi yang disetujui oleh tertanggung pada saat diadakan asuransi.

D. Tujuan Asuransi

  • Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
  • Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
  • Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
  • Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
  • Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.

Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha pada saat ia tidak          dapat berfungsi (bekerja)

 

  1. JENIS-JENIS ASURANSI JIWA

Pada dasarnya terdapat 3 (tiga) jenis asuransi jiwa yaitu   :

1. Term Assurance

2. Whole Life Assurance

3. Endowment Assurance

1.       Term assurance (Asuransi Berjangka)

Term assurance adalah bentuk dasar dari asuransi jiwa, yaitu polis yang menyediakan        jaminan terhadap risiko meninggal dunia dalam periode

waktu tertentu.

 

Contoh Asuransi Berjangka (Term Insurance)  :

–          Usia Tertanggung 30 tahun

–          Masa Kontrak 1 tahun

–          Rate Premi (misal) : 5 permill/tahun dari Uang Pertanggungan

–          Uang Pertanggungan : Rp. 100 Juta

–          Premi Tahunan yang harus dibayar : 5/1000 x 100.000.000 = Rp. 500.000

–          Yang ditunjuk sebagai penerima UP : Istri (50%) dan anak  pertama (50%)

 

 

2.       Whole Life Assurance (Asuransi Jiwa Seumur Hidup)

Merupakan tipe lain dari asuransi jiwa yang akan membayar sejumlah uang           pertanggungan ketika tertanggung meninggal dunia kapan pun. Merupakan polis       permanen yang tidak dibatasi tanggal berakhirnya polis seperti pada term assurance.        Karena klaim pasti akan terjadi maka premium akan lebih mahal dibanding premi term       assurance dimana klaim hanya mungkin terjadi. Polis whole life merupakan polis       substantif dan sering digunakan sebagai proteksi dalam pinjaman.

 

3.       Endowment Assurance (Asuransi Dwiguna)

Pada tipe ini, jumlah uang pertanggungan akan dibayarkan pada tanggal akhir kontrak        yang telah ditetapkan.

 

 

Contoh Asuransi Dwiguna Berjangka (Kombinasi Term & Endowment)

–          Usia Tertanggung 30 tahun

–          Masa Kontrak 10 tahun

–          Rate Premi (misal) : 85 permill/tahun dari Uang Pertanggungan

–          Uang Pertanggungan : Rp. 100 Juta

–          Premi yang harus dibayar : 85/1000 * 100.000.000 = Rp. 8.500.000,-

–          Yang ditunjuk sebagai penerima UP : Istri (50%) dan anak  pertama (50%)

 

Penjelasan,

1.Bila tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak, maka perusahaan Asuransi         sebagai penanggung akan membayar uang Pertanggungan sebesar 100 juta kepada yang ditunjuk.

2.Bila tertanggung hidup sampai akhir kontrak, maka tertanggung akan menerima uang

pertanggungan sebesar 100 juta.